“Barusan lo bilang ngga bisa berenang! Kenapa mau main ke tengah laut? Lo nggak takut tenggelam?”
“Nggak, karena gue yakin kok, lo pasti nolong gue kalau gue tenggelam.”
Kamu bercerita tentang orang itu padaku. Dia beda dari perempuan lainnya. Kamu pernah memilikinya dan kamu masih menyukainya. Pernah ga kamu berpikir bahwa aku sering bercerita seperti ini kepada sahabat2ku tentang dirimu? Aku tahu aku pernah singgah di hatimu, tapi tetap saja aku tidak bisa menggantikan posisinya. Biarlah meski aku tidak bisa memilikimu. Cukup menjadi teman curhatmu seperti ini. Meski ini seperti aku menyediakan pisau yang akan kau pakai untuk menusukku. Sakit dan bodoh. Walau begitu seperti yang pernah aku katakan. Aku bahagia selama kamu bahagia. Sesederhana itu. Kata orang itu munafik. Tapi untukku itu kenyataan. :)
Mereka boleh tahu kalau aku mengaguminya dengan bahagia, tapi tak seorang pun boleh tahu kalau aku mencintainya dengan merana.
You lied to me. I know you would never fulfill your words. I’ve never asked you to make a promise. Why can’t you just be honest? You know, the only one person that I hate the most is a liar. Really.
Cape yah diomongin keburukannya terus. Dan bersikap berpura-pura tidak ada yang terjadi. Hmmm… padahal di depan kamu bersikap baik, tapi di belakang kesalahanku kamu ceritakan ke semua orang. Bahkan yang bukan kesalahanku kamu anggap itu kesalahanku. Kalau memang ga suka, kanapa ga langsung bilang aja sih.. aneh. Apa kamu gamau masalahnya selesai? Atau…. Kamu terlalu takut untuk langsug berhadapan dengan saya?



